Bingung menentukan jarak rangka atap baja ringan yang tepat? Temukan solusi perhitungan jarak ideal agar atap kuat dan stabil.
Hubungi +62 85167440655 untuk penawaran terbaik!.
Karena itu berikut akan dibahas faktor-faktor penentu jarak rangka atap baja ringan serta bagaimana langkah-langkah perhitungan jarak rangka atap baja ringan secara praktis.
Faktor Penentu Jarak Rangka Atap Baja Ringan
Jenis Material Penutup Atap
Material atap seperti genteng, seng, atau spandek memiliki berat dan ketahanan yang berbeda-beda. Misalnya, genteng keramik atau beton memiliki bobot lebih berat dibandingkan spandek berlembar tipis.
Oleh karena itu, jarak rangka atap baja ringan perlu disesuaikan dengan jenis material atap agar rangka mampu menahan beban tanpa mengalami deformasi atau kerusakan.
Beban Atap
Beban mati (dead load) adalah berat material atap dan rangka itu sendiri, sementara beban hidup (live load) mencakup beban tambahan seperti angin, hujan, dan berat pekerja saat perawatan. Semakin besar beban total, jarak antar rangka harus dibuat lebih rapat agar rangka dapat menahan beban tersebut dengan aman.
Luas Bentang Atap
Luas bentang atap atau jarak antara tumpuan utama rangka akan mempengaruhi jarak antar rangka. Jika bentang lebar, maka jarak antar reng biasanya lebih rapat agar beban tidak berlebihan pada satu titik.
Tipe Struktur Rangka Atap
Terdapat beberapa tipe struktur rangka seperti kuda-kuda gording, kuda-kuda simple, dan rangka atap baja ringan dengan bentuk berbeda. Desain struktur ini mempengaruhi distribusi beban dan oleh karena itu jarak rangka atap baja ringan harus disesuaikan.
Standar dan Kode Bangunan
Setiap negara maupun daerah biasanya memiliki standar teknis yang berlaku untuk konstruksi bangunan. Mengacu pada standar tersebut seperti SNI (Standar Nasional Indonesia) membantu menentukan jarak rangka berdasarkan perhitungan teknis dan keamanan.
Langkah Perhitungan Jarak Rangka Atap Baja Ringan
- Menentukan Beban Total Atap: Hitung total beban yang harus ditanggung oleh rangka. Beban mati (berat rangka + material atap) dan beban hidup (beban angin, hujan, dan lain-lain) dijumlahkan.
- Menentukan Bentang Atap: Tentukan bentang atap yang akan ditopang.
- Menentukan Spesifikasi Baja Ringan: Pilih profil baja ringan yang akan digunakan. Data kekuatan dan modulus elastisitas baja ringan didapat dari katalog produk.
- Menghitung Beban Per Panjang: Beban total per m² dikalikan dengan lebar bentang atau jarak antar rangka untuk mendapatkan beban per panjang.
- Menghitung Momen Lentur Maksimum: Momen lentur yang terjadi pada balok (rangka) dihitung dengan rumus untuk beban merata.
- Menentukan Kapasitas Momen Lentur Baja Ringan: Kapasitas momen yang dapat ditahan baja ringan diperoleh dari data produk atau perhitungan berdasarkan modulus penampang dan kekuatan material.
- Membandingkan Momen Lentur dengan Kapasitas Baja: Jika momen lentur lebih besar dari kapasitas, jarak rangka harus diperkecil. Jika kapasitas lebih besar, jarak dapat diperbesar untuk efisiensi material.
- Menentukan Jarak Rangka Atap Baja Ringan Akhir: Dengan iterasi perhitungan dan mengikuti standar keamanan, jarak rangka atap yang ideal dapat ditentukan.
Kontraktor Baja Ringan Berpengalaman
Untuk hasil perhitungan dan desain terbaik, kepada calon customer yang ingin mengetahui jarak rangka atap baja ringan yang benar, agar tidak ragu berkonsultasi gratis ke nomor telepon +62 85167440655. FCK CORPORATION juga sekaligus menyediakan jasa konstruksi gudang dan pabrik, kontraktor baja berat, dan kontraktor baja ringan.
